Blitaris Indonesia merupakan perusahaan berbasis Teknologi & Informasi yang didukung oleh tim handal dan berpengalaman dibidangnya, perusahaan kami selalu memberikan pelayanan terbaik dengan kwalitas maksimal.

Miras Oplosan Pembawa Maut, Penjual Resmi jadi Tersangka

Blitaris News.com - 2020-10-10 , 12:21:16 WIB
Miras Oplosan Pembawa Maut, Penjual Resmi jadi Tersangka

Tiga warga Kelurahan Klampok Kecamatan Sananwetan Kota Blitar tewas karena overdosis sesudah menenggak minuman keras tipe vodka yang dioplos teh berkarbonasi.

Korban salah satunya Mataji (45), Wiyono (32), serta Bunawan (42). Ke-3nya tewas di saat yang berbeda. Mataji tewas pada Senin 31 Agustus 2020 di Puskesmas Sananwetan, selanjutnya Wiyono dan Bunawan tewas pada Selasa 1 September 2020 di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Polres Blitar sudah memastikan penjual minuman keras itu, Bambang, sebagai tersangka. Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela menjelaskan, sesudah mendapatkan info ada yang tewas serta dirawat di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar sebab diduga konsumsi minuman keras, pihaknya langsung lakukan penelusuran sekitar jam 20.00 WIB. Waktu itu dijumpai satu masyarakat telah tewas, serta satu lagi dalam keadaan kritis. Selanjutnya selang beberapa saat, sekitar jam 23.00 WIB dipastikan tewas dunia.

AKBP Leonard menegaskan, 7 orang yang lakukan acara pesta minuman keras itu seringkali membeli di rumah penjual pasutri, yaitu inisial AB (48) serta SU (46). Ia menambahkan apakah alkohol itu murni atau campuran perlu didalami lagi lebih lanjut. Jika berdasar pernyataan yang mengonsumsi, sesudah membeli langsung diminum tidak dioplos lagi. Tapi akan dites lewat laboratorium forensik Polda Jatim. Yang pasti orang yang membeli sudah mengenal penjual miras tersebut.

Berdasar hasil autopsi, ke-3 korban meninggal akibat keracunan atau intoksikasi. Minuman yang dikonsumsi oleh ke-3 korban tewas ini memiliki kandungan senyawa metanol dengan kandungan yang tinggi, yakni 22%, dimana kandungan sebanyak itu tidak bisa ditolerir oleh tubuh.

Sebelumnya, mereka mengeluhkan mual serta pandangan berkurang sesudah minum minuman keras tipe vodka yang dioplos dengan minuman teh berkarbonasi. Acara pesta minuman keras itu dilakukan pada Jumat (18/9/2020) malam.

Mereka merasa mual mulai hari Minggu, setelah itu tewas secara berturut-turut. Korban tewas sempat mendapat perawatan intens di rumah sakit.

Baca juga: Usai gelar pesta miras oplosan, 3 orang warga blitar tak terselamatkan


Komentar

Terkini Lainnya