Blitaris Indonesia merupakan perusahaan berbasis Teknologi & Informasi yang didukung oleh tim handal dan berpengalaman dibidangnya, perusahaan kami selalu memberikan pelayanan terbaik dengan kwalitas maksimal.

Usai gelar pesta miras oplosan, 3 orang warga blitar tak terselamatkan

Blitaris News.com - 2020-10-10 , 12:24:43 WIB
Usai gelar pesta miras oplosan, 3 orang warga blitar tak terselamatkan

Sariadi (27), warga Kelurahan/Kecamatan Talun, akhirnya tak berhasil diselamatkan setelah dirawat di RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar. Ia adalah salah satu dari tiga korban tewas akibat menegguk minuman keras (miras), Senin (21/9/2020) malam lalu.

Sebelumnya, dua korban lainnya terlebih dahulu meninggal yaitu Masrul (28) dan Baskoro (21), warga Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro. Keduanya tewas sehari setelah berpesta miras di depan rumah tetangganya, Minggu (20/9) malam.

Berdasarkan hasil autopsi, ketiga korban tewas karena intoksikasi atau keracunan. Minuman yang dikonsumsi oleh ketiga korban tewas ini mengandung senyawa metanol dengan kadar yang tinggi.

"Terdapat kadar metanol sebanyak 22 persen. Kandungan metanol sebanyak itu tidak dapat ditoleransi oleh tubuh sehingga menyebabkan keracunan. " pungkasnya,

Sebagai informasi, tiga orang meninggal dunia usai menggelar pesta miras. Mereka mengeluhkan mual dan pandangan berkurang setelah meminum miras jenis sari vodka yang dicampur dengan minuman teh berkarbonasi. Pesta miras tersebut dilakukan pada Jumat (18/9/2020) malam.

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya menuturkan, usai menerima laporan, polisi kemudian menggeledah rumah tersangka. Hasilnya, mereka menemukan miras yang disimpan dalam jeriken.

Setelah dicek, miras tersebut identik dengan yang diminum oleh para korban. Sampel miras juga dikirimkan ke laboratorium forensik.

Dari hasil pemeriksaan, miras tersebut didapatkan tersangka dari seseorang di Surabaya. Miras ini dibeli dengan ukuran jeriken dan dikemas ulang oleh tersangka. Saat hendak ditangkap, penjual miras yang berada di Surabaya ini berhasil kabur. Meskipun begitu, sampai sekarang polisi masih tetap berusaha mengejarnya.

"Kami cari penjual di Surabaya namun sudah kabur. Namun kami tak parah arang, akan terus kami kejar," tuturnya.

Baca juga: Puncak Acara HKG PKK ke- 48, Bupati Blitar : Peran PKK Kabupaten Blitar Sukseskan Pembangunan di Kab


Komentar

Terkini Lainnya